Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
0

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Beserta Dampak Positif dan Negatifnya

Mohammad Rezki Praditya Jumat, 22 Januari 2016 ,
MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Beserta Dampak Positif dan Negatifnya


Assalammualaikum Wr.Wb
      Kali ini saya akan membahas tentang MEA, singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) mempunyai pengertian sebagai sebuah masyarakat yang saling berhubungan dan memiliki keterkaitan dalam melakukan integrasi antara satu dengan yang lainnya yang berada dalam kawasan Asia. Dari adanya MEA tersebut akan adanya perdagangan secara bebas antar masyarakat Asia yang sebelumnya membuat kesepakatan bersama dengan para pemimpin yang merupakan perwakilan dari negara Asia tersebut. Dengan begitu akan membuat perekonomian masyarakat Asia menjadi lebih stabil, makmur, serta dalam pembangunan ekonominya mempunyai sifat yang kompetitif. Tujuan diadakannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) adalah agar setiap kawasan Asia dapat meningkatkan stabilitasnya dari segi bidang perekonomian dan berharap dapat mengatasi berbagai macam masalah yang berkaitan dengan perekonomian diwilayah Asia tersebut.

      Tujuan terbentuknya MEA pasti memiliki maksud ingin menghilangkan secara signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut, diimplementasikan melalui 4 pilar utama, yaitu :
  • ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas
  • ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce;
  • ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic development) dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam); dan
  • ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (integration into the global economy) dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.
       Dalam proses penyelanggarannya pasti menumbulkan kontrofersial seperti timbulnya dampak positif dan negatifnya, berikut dampak positif dan negatifnya menurut pengamatan saya : 

--> Dampak Positif
  1. Meningkatkan nilai ekonomi diwilayah tersebut
  2. Bebasnya bekerja di luar negeri
  3. Nilai ekonomi di wilayah ASEAN akan stabil
--> Dampak Negatif
  1. Persaingan jual antara produk lokal dengan produk luar negeri
  2. Apabila produk luar lebih dominan, produk dalam negeri akan rugi
  3. Jika kita kalah bersaing, produk dan jasa kita tidak laku dan itu akan membuat pengangguran bertambah.
     Berikut sekilas tentang MEA beserta dampak positif dan negatifnya, mohon maaf jika ada salah salah kata, sekian dari saya.
Wassalammualaikum Wr.Wb

Sumber :
- http://www.seputarukm.com/penjabaran-mengenai-mea-masyarakat-ekonomi-asean/
- http://www.gajimu.com/main/tips-karir/peluang-dan-tantangan-dalam-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean
- http://m.news.viva.co.id/news/read/717164-menakar-dampak-positif-dan-negatif-mea-terhadap-indonesia
0

Tugas Ilmu Sosial Dasar Membuat Flowchart Menertibkan Lalu Lintas

Mohammad Rezki Praditya Kamis, 07 Januari 2016 ,
Tugas Ilmu Sosial Dasar
Membuat Flowchart Menertibkan Lalu Lintas


Kelompok 3 :
- Mohammad Rezki Praditya
- Farhan Johandy
- Muhammad Prasetyo
- Galang Megandhanu
- Adi Dharmawan 
- Iryega Ikhwan


0

Urbanisasi dan Dampaknya

Mohammad Rezki Praditya Kamis, 19 November 2015 ,

     Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Urbanisasi dan Dampaknya. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota, atau dari kota kecil ke kota yang lebih besar. Dengan tujuan untuk mencari penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya. Urbanisasi banyak menumbulkan dampak dari segi negatif dan positif, Berikut dampak yang di timbulkan oleh Urbanisasi :

Dampak yang Ditimbulkan Urbanisasi
 Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:

A. Dampak positif
Pandangan yang positif terhadap urbanisasi, melihat urbanisasi sebagai usaha  pembangunan yang menyeluruh, tidak terbatas dalam pagar administrasi kota. Selain itu kota dianggap sebagai “agen modernisasi dan perubahan”. Mereka melihat kota sebagai suatu tempat pemusatan modal, keahlian, daya kreasi dan segala macam fasilitas yang mutlak diperlukan bagi pembangunan. Tanggapan lain adalah bahwa kita tidak mungkin membayangkan bagaimana  pertumbuhan dan keadaan Jakarta sekarang ini dan juga pusat-pusat industri di dunia lainnya bisa tercapai bila seandainya tidak ada urbanisasi Kelompok tertentu berpendapat bahwa proses urbanisasi hanyalah suatu fenomena temporer yang tidak menghambat pembangunan. Dan menekankan bahwa kota merupakan suatu “leading sector” dalam perubahan ekonomi, sosial dan politik. Urbanisasi merupakan variable independen yang memajukan pembangunan ekonomi.

B. Dampak negative
Di Indonesia, persoalan urbanisasi sudah dimulai dengan digulirkannya beberapa kebijakan 'gegabah' orde baru. Pertama, adanya kebijakan ekonomi makro (1967-1980), di mana kota sebagai pusat ekonomi. Kedua, kombinasi antara kebijaksanaan substitusi impor dan investasi asing di sektor perpabrikan (manufacturing), yang  justru memicu polarisasi pembangunan terpusat pada metropolitan Jakarta. Ketiga,  penyebaran yang cepat dari proses mekanisasi sektor pertanian pada awal dasawarsa 1980-an, yang menyebabkan kaum muda dan para sarjana, enggan menggeluti dunia  pertanian atau kembali ke daerah asal. Arus urbansiasi yang tidak terkendali ini dianggap merusak strategi rencana  pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan  pengendalian pemerintah kota. Beberapa akibat negatif tersebut akan meningkat pada masalah kriminalitas yang bertambah dan turunnya tingkat kesejahteraan. Dampak negatif lainnnya yang muncul adalah terjadinya “overurbanisasi” yaitu dimana prosentase penduduk kota yang sangat besar yang tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu juga dapat terjadi “underruralisasi” yaitu  jumlah penduduk di pedesaan terlalu kecil bagi tingkat dan cara produksi yang ada. Pada saat kota mendominasi fungsi sosial, ekonomi, pendidikan dan hirarki urban. Hal ini menimbulkan terjadinya pengangguran dan underemployment. Kota dipandang sebagai inefisien dan artificial proses “pseudo - urbanisastion”. Sehingga urbanisasi merupakan variable dependen terhadap pertumbuhan ekonomi. Dampak negatif lainnya yang ditimbulkan oleh tingginya arus urbanisasi di Indonesia adalah sebagai berikut : 

1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan. Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan. 

2. Menambah polusi di daerah perkotaan. Masyarakat yang melakukan urbanisasi  baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau  pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia. Ekologi di daerah kota tidak lagi terdapat keseimbangan yang dapat menjaga keharmonisan lingkungan perkotaan.

3. Penyebab bencana alam. Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah  pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk  pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi. Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis. Hal ini akhitnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang – orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh. Ada juga masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila

5. Penyebab kemacetan lalu lintas. Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan  pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

6. Merusak tata kota. Pada negara berkembang, kota-kotanya tidak siap dalam menyediakan perumahan yang layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran tersebut kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu untuk membangun atau membeli perumahan yang layak bagi mereka sendiri. Akibatnya timbul  perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah. Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.

Saran dari saya, untuk penduduk indonesia yang ingin berurbanisasi alangkah baiknya jangan terpusat tujuannya ke ibu kota. karena kalau semua menuju ibu kota, ibu kota akan sesak dan kelebihan penduduk yang mengakibatkan kurangnya tempat tinggal untuk penduduk yang ada di ibu kota, dan jika ingin berurbanisasi alangkah baiknya menyiapkan perbekalan skill atau kelebihan yang anda miliki supaya kalau anda berurbanisasi tidak mengakibatkan angka pengangguran yang besar dan kalau sudah menganggur jangan lah kalian menjadi perampok, begal, copet, dll. yang hanya menimbulkan angka kejahatan yang banyak. ingat kalian hidup di dunia hanya sementara, banyak - banyak lah berbuat kebaikan dan jadilah umat yang berguna untuk masyarakat sekitar dan bagi nusa dan bangsa.

Sekian pembahasan tentang Urbanisasi dan Dampaknya dari saya.

Terima Kasih

Sumber : - http://www.academia.edu/8478955/Urbanisasi_Dan_Dampaknya_Terhadap_Lingkungan 



0

Permasalahan Sosial Yang Terjadi Di Wilayah RT dan Sekitarnya (Ilmu Sosial Dasar)

Mohammad Rezki Praditya Kamis, 15 Oktober 2015 ,

Masalah Sosial adalah Masalah yang timbul dilingkungan sosial yang pasti tidak di inginkan setiap individu dan dapat mengganggu kegiatan di wilayah tersebut. Kali ini saya akan membahas masalah yang ada di lingkungan RT di kediaman saya.

1. Permasalahan Sampah
 Subyek : Warga A dan Warga B

Analisa : Warga B memprotes atas aroma yg di keluarkan oleh bak sampah warga A. Pihak kebersihan di wilayah tersebut kurang sigap dalam waktu pengambilan sampah.


Solusi : Diharap kan bagi pihak kebersihan di wilayah tersebut bersikap cepat dalam permasalahan sampah karena telat nya waktu pengambilan sampah di wilayah tersebut.

2. Pencurian Sepeda Motor
Subyek : Kendaraan bermotor milik warga D

Analisa : Keteledoran Pemilik Sepeda motor karena tidak mengunci pagar rumahnya, dan kurangnya jadwal ronda di wilayah tersebut.

Solusi : Jangan lupa mengunci pagar dan membuat jadwal ronda lebih banyak

 
Copyright 2010 Informaticology